Buru Pemesan Video Porno Bandung, Bareskrim Minta Bantuan Interpol

publicanews - berita politik & hukumSalah satu adegan video asusila bocah dengan wanita dewasa Bandung. (Foto: Media Sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bekerja sama dengan polisi internasional melacak pemesan video bocah dengan perempuan dewasa. Sutradara video porno tersebut, M Faisal Akbar (32) mengaku membuat film atas pesanan warga negara Rusia, Kanada, dan Belanda.

"Pasti (kerja sama Bareskrim-Interpol). Pokoknya sudah," kata AKBP Irwansyah, Kanit III Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Menurut Irwansyah, video tersebut sudah tersebar di Rusia. "Iya ke Rusia, dijual ke Rusia. Dari Rusia disebar lagi," ia menambahkan.

Faisal merupakan satu dari enam tersangka dalam kasus video esek-esek bocah umur 10-12 tahun itu dengan wanita dewasa. Ia memproduksinya di sebuah kamar hotel di Bandung, Jawa Barat. Para pelakok adalah bocah di bawah umur dan wanita dewasa yang merupakan pemandu lagu di sebuah karaoke.

Video Porno Bandung Dijual ke Warga Rusia Seharga Rp 31 Juta

Polisi juga menetapkan tersangka Intan dan Imel, pelakon perempuan. Kemudian Cici, perekrut kedua wanita itu. Lalu Herni, pembujuk dua bocah tersebut. Lalu Susanti, ibu dari bocah DN, yang turut mengarahkan adegan seks anaknya.

Kepada penyidik, Faisal mengaku pemesanan itu bermula saat ia mengunggah video di media sosial vk.com buatan Rusia. Lalu, ia mendapat pesanan.

"Tahap pertama pengakuan dia, ya silakan saja. Nanti dibuktikan di penyidikan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, Selasa (9/1) lalu.

Faisal dibayar total Rp 31 juta untuk dua video yang ia buat. Pada salah satu videonya, ada adegan seks bertiga atau threesome antara dua bocah dengan seorang wanita dewasa. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top