Pilkada Jabar 2018

Kalpoda Jabar: Suhu Politik Boleh Meningkat, Tapi Jangan Panas

publicanews - berita politik & hukumKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto. (Foto: polri.go.id)
PUBLICANEWS, Bandung – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan bahwa Jawa Barat salah satu provinsi yang harus diwaspadai karena rawan konflik dalam pelaksanaan Pilkada 2018.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menyadari hal tersebut karena Bumi Parahiyangan merupakan provinsi terbesar dengan jumlah pemilih yang juga besar.

"Pertama dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Jawa Barat terbesar. Saat kampanye, tingkat mobilisasinya banyak. DPT itu jumlahnya mencapai 30 juta sekian," ujar Agung di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (12/10).

Saat Pilkada, Agung menambahkan, otomatis masyarakat akan terbelah mengikuti pasangan calon yang di dukungnya. Dari situlah sebuah kompetisi dalam demokrasi terjadi. "Suhu politik pasti akan meningkat, tapi jangan panas. Bahwa memang masyarakat akan terbelah sesuai dengan pasangan calonnya,” ujarnya.

Potensi Konflik Pilkada, Kapolda Jabar Kerahkan 21 Ribu Personel

Masyarakat, kata Agung, boleh melakukan kampanye untuk mendukung calonnya. Tapi pengerahan masa yang ujungnya berakibat anarkis tidak boleh dilakukan.

"Kampanye silakan, itu sah dan legal secara undang-undang. Yang enggak boleh ada pengerahan yang berujung anarkis," ia menegaskan.

Oleh karena itu Agung meminta KPU dan Bawaslu Jabar bisa bersikap profesional. Mnurutnya, hal ini yang akan menentukan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara keseluruhan.

"KPU selaku penyelenggara, jadilah penyelenggara profesional yang adil. Pengawas juga jadilah wasit profesional. Kalau kami akan amankan pesta demokrasi tahun depan," ujar Agung. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top