Obati Istri dengan Ganja

LBH Masyarakat Minta BNN Hentikan Kasus Fidelis Ari

publicanews - berita politik & hukumKonferensi pers kasus di kantor LBH Masyarakat, Jakarta. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gara-gara menanam ganja untuk pengobatan istrinya, Fidelis Ari ditahan sejak 19 Februari lalu. Istrinya, Yeni Riawati, terkena Syringomyelia atau kista di sumsum tulang belakang.

Sejak Fidelis ditahan, sang istri tidak mendapat supplai ekstrak ganja. Ia akhirnya mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah MTH Jaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 25 Maret 2017.

Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan lain meminta BNN menghentikan penyidikan terhadap kasus Fidelis ini.

"Ketika rekan-rekan penegak hukum, dalam hal ini BNN, menganggap bahwa jika mereka tidak menyidik kasus ini maka mereka salah karena tidak turut dengan UU, bagi kami anggapan tersebut tidak tepat. Penghentian penyidikan dapat dilakukan melalui Pasal 109 ayat 2 KUHAP," kata Yohan dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (2/4).

Kasus ini, ujarnya, sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pidana sebagai sebuah upaya untuk mewujudkan keadilan di ranah publik, menurut Yohan, tidak tepat dalam kasus ini. Karena tidak ada niat jahat apa pun pada kasus ini.

"Tidak adanya implikasi publik apa pun yang dilakukan Saudara FAS terhadap Ibu YR. Kasus ini adalah sebuah wujud cinta yang luar biasa indah. Justru situasi ini memburuk ketika hukum mengintervensi," Yohan menjelaskan.

Selain menghentikan proses hukum, mereka juga mendorong agar ada revisi aturan yang memungkinkan ganja digunakan sebagai pengobatan. (han).

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top